Selamat Datang di Blog Wighie Computer | Jangan Ragu Untuk Menghubungi Kami | Kami Siap Menjalin Hubungan Kerja dan Persahabatan

Monday, February 13, 2012

Stomatitis

I.              Pendahuluan
Stomatitis dan esophagitis sering terjadi pada pasien yang mendapat kemoterapi dan radiasi. Angka kejadiannya kurang lebih 40%, progress penyakitnya mulai dari ringan sampai berat, dari kemerahan sampai ulserasi. Pada kasus-kasus skomatitis dan esophagitis berat dapat menimbulkan gangguan pemenuhan nutrisi, kasus ulserasi mempermudah infeksi sekunder bahkan sepsis atau kematian.
 Perawat mempunyai tanggung jawab untuk mencegah stomatitis, mempecepat proses penyembuhan dengan melibatkan keluarga atau pasien, menurunkan angka kesakitan dan angka kematian.


II.           Pengertian
Stomatitis dan esophagitis adalah infeksi/peradangan pada selaput mukosa pada rongga mulut dan esophagus serta jaringan lemak pada mulut, bibir, lidah dan bucal.
Tanda dan gejala stomatitis meliputi tanda radang, odem, kemerahan, sakit, rasa seperti terbakar, hipersalivasi, xerotomia, nyeri menelan dan pendarahan.

III.        Penyebab Stomatitis dan Esopaghitis
Secara garis besar penyebab stomatitis dan esopaghitis pada pasien kanker :
1.      Kemoterapi, meliputi :
a.       Antimetabolites : metrotrexate, flurouracyl, cytarabine, irinotexan
b.      Antitumor antibiotic : doxunubicin, daxtinomycin, mytomycin, bleomycin
c.       Plant alkaloid : vincristine, vinblashine, etoposide
d.      Alkylating agent : ifosfamide, cyclophospamide, carboplatin, cisplatin
e.       Biologic agent : interlukin

2.      Radiasi
Terutama pada leher dan kepala

IV.        Faktor-faktor Pradisposis yang dapat menyebabkan stomatitis dan esopaghitis :
1.      Gangguan dan inadekuat penggantian sel epitel pada selaput basal rongga mulut. Lapisan squamosa sel epitel normalnya selalu basah dan lembab. Waktu penggantiannya 7 hari. Proses ini terjadi kerusakan /kelalaian akibat cytotoxic, kemoterapi dan radiasi pada kepala dan leher.
2.      Imunosupresi dan myielosupresi
-          Platelet < 50.000 / predisposisi pendarahan.
-          ANC (absolute netrophil count < 1000%).
Resiko infeksi bakteri, jamur dan virus
3.      Kerusakan dan kelainan gusi akibat infiltrasi sel leukemia.
4.      Dehidrasi.
5.      Kekurangan protein, kalori dan vitamin.
6.      Oral hygiene jelek.
7.      Xerostomia : produksi air ludah berkurang akibat radiasi atau pemberian obat anti cholinergic.
8.      Terpapar alkohol dan tembakau.
9.      Frekuensi suction, oksigen terapi dan pemasangan NGT.
10.  Pemberian antibiotic spectrum luas.

V.           Akibat lanjut stomatitis / esopaghitis
-            Ulserasi mengakibatkan infeksi, pendarahan
-            Nyeri menimbulkan intake nutrisi kurang, inadekuat, oral hygiene
-            Program pengobatan terhambat
-            Penundaan jadwal kemoterapi
-            Pemulihan mukosa mulut dan esophagus
-            Sepsis
-            Depresi, suicide

VI.        Pencegahan dan Deteksi Awal ]
Pencegahan dan deteksi awal stomatitis sangat penting, dimulai dari pemilihan protocol obat kemoterapi, dosis dan letak, lama, dosis radiasi. Antisipasi lain meliputi program oral hygiene yang benar, nutrisi yang cukup, hygiene gigi.
Melakukan pengkajian rongga mulut sebelum terapi

Nama     : 
MR        : 
Ruang    : 
No
Deskripsi
Tanggal






1
Mukosa Mulut dan Gusi
1 =  Merah muda, lembut, gusi utuh
2 =  Kering/kemerahan/oedema
3 =  Sangat kering, ulcerasi/pendarahan
4 =  Berjamur






2
Bibir/Ujung Mulut
1 =  Lembut, merah muda dan lembab
2 =  Kering/pecah-pecah
3 =  ulcerasi/pendarahan
4 =  Berjamur






3
Lidah
1 =  Lembut, merah muda, lembab dan utuh
2 =  Keputih-putihan
3 =  kering
4 =  ulcerasi/pecah-pecah
5 =  Berjamur






4
Gigi dan susunannya
1 =  Bersih, tidak ada sisa makanan
2 =  Ompong
3 =  ada sisa makanan
4 =  Karies






5
Saliva/dry mouth
1 =  Banyak dan berair
2 =  Sedikit atau berkurang
3 =  Tidak ada saliva/kering






6
Mengunyah/menelan
1 =  Normal
2 =  Tidak dapat menelan diet normal/nasi
3 =  Tidak dapat menelan diet cair
4 =  Tidak dapat cairan/air
5 =  Tidak dapat menelan air liur/saliva







Total Nilai







Tanda Tangan






6-11       = Disfungsi ringan, penanganan setiap 4 jam sekali               + = ringan
12-18     = Disfungsi sedang penanganan setiap 2-4 jam sekali            ++ = sedang
19-25     = Disfungsi berat. Penanganan setiap 2 jam sekali                 +++ = berat
  
VII.     Pilihan terapi pada stomatitis / esopaghitis
1.      Protokol perawatan rongga mulut
-          Pencabutan gigi
-          Penambalan
-          Pembersihan caries
-          Pendidikan kesehatan oral hygiene :
Kumur-kumur, gosok gigi yang benar
2.      Mengurangi keracunan obat terapi pada mukosa
-          Allupurinol à kumur-kumur 4-6 x / hari
-          Cryoterapy à kumur-kumur menggunakan es/air dingin. Es menimbulkan vasokontriksi lokal dan mengurangi aliran darah pada mukosa mulut.
3.      Obat-obatan kumur
4.      Imuno modulatory agent : GM CSF, G CSF sangat efektif untuk mencegah dan mengurangi stomatitis menstimulasi hymopoisis dan fungsi leukosit.
5.      Topical anastesi : lignocaine, xylocaine
6.      Antiseptic : hydrogen peroxide, chlorhexidine, povidone iodine.
7.      Anti bakteri, anti jamur, anti virus (nistatin, clotrimazole, tobramisin, ampotericin B,  asyclovir)
8.      Pelindung mucosa : sucralfate, sodium alginate, kaolinpectin, artacid, radiasi guard.
9.      Cytoprotectans, Vitamin E, Vitamin A.
10.  Mucosa cell stimulants.
-          Laser
-          Silver nitrate
-          Glutamine
11.  Psyco terapi : cognitive behavior training, relaxation, hypnosis, support therapy
12.  Analgesic.

VIII.  Proses Keperawatan
A.    Pengkajian
1.      Status mucosa mulut
-          Cahaya ruangan yang cukup
-          Digunakan alat untuk pemeriksa gigi
-          Digunakan sarung tangan, memanipulasi lidah
-          Menggunakan panduan pengkajian
2.      Kaji gejala dan tanda
a.       Stomatitis : kemerahan, odem, perasaan panas dan kering, nyeri mengunyah, hipersalivasi.
b.      Esopaghitis :
-          Perasaan seperti odem pada tenggorokan
-          Serak, tenggorokan kering
-          Kesulitan menelan
-          Nyeri menelan
-          Biasanya mulai hari ke-7 s/d 10
3.      Tanda-tanda infeksi
4.      Gangguan rasa nyaman
5.      Gangguan pemenuhan kebutuhan istirahat
6.      Status nutrisi: intake, muntah
7.      Kadar platelet & ANC

B.     Tindakan Keperawatan
1.      Evaluasi kesehatan gigi
2.      Melakukan pengkajian rongga mulut, tenggorokan, sensasi, rasa, penampilan
3.      Pendidikan kesehatan : gosok gigi dan kumur-kumur
4.      Kolaborasi dengan dokter
5.      Kolaborasi dengan gizi
6.      Meminimalisasi trauma pada rongga mulut
7.      Intake cairan cukup

C.    Rujukan
1.      Best Practice : Prevention and Treatment of Oral
Mucositis in cancer patien : Jurnal
ISSN 1329 – 1874 1998
2.      Roland F. Skecl : “Handbook of Cancer Chemotherapy” Lippincott William and Wilkin 1999
3.      Yoice M. Masako : “Nursing management of Symptom Associated with Chemotherapy” Meniscus Health Care Communications 1993. 

(Oleh : Hariyono, S.Kep)
Post a Comment